Dialog Kita Tentang Kita  

Diposting oleh defrin

Kita tidak sedang mengukir mawar di sebuah batu nisan, melainkan batu nisanlah yang semestinya mengukir kita dengan mawar.

Pun kita juga bukan tengah melukis sketsa hati di kanvas putih, justru sebaliknya, hatilah yang seharusnya melukis sketsa kebersamaan kita.

Dan kita tak seharusnya menulis puisi cinta lewat kata manja, karena kata manjalah yang sewajarnya menulis puisi tentang kita.

Sebenarnya kita tidaklah sedang menyimpan malu untuk rindu, karena sejatinya, rindulah yang malu pada kita.

Saat kita tak berdua, perasaan kita kerap dirayu cemburu, padahal cemburulah yang secara diam-diam merayu perasaan kita.

Lalu, kala kita merasa terluka, kau bilang, cintalah penyebab dari segala, walau kenyataannya, lukalah yang membuat cinta kita makin terasa.

Kau bilang: Bagaimana hubungan kita setelah kematian?

Aku bilang: Bagaimanakah cara kematian memisahkan kita?

Kau jawab: Tapi aku takut akan hari perpisahan

Aku jawab: Malah aku lebih takut pada pertemuan

"Sayang, apa Tuhan akan menjodohkan kita?

"Bahkan kitalah, yang akan menjodohkan Tuhan dengan cinta kita"


"Ah... Kau Lebbay"

"Begitulah cintamu mengajarkan"

This entry was posted on 17.06 . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

0 komentar